Kritik Atas Media Massa: Menjadi Media Massa Demokratis Menurut Jürgen Habermas

Published by

on

Penulis: Michael Carlos Kodoati

Tanggal Terbit:

Penerbit: Tinjau Utama Media

Jumlah Halaman: iii+ 174

Bahasa: Bahasa Indonesia

ISBN:

Harga: Rp. 150.000

Klik Untuk Beli: Tokopedia, Shopee, Instagram, Google Books

Bagi Jürgen Habermas, media massa dalam kerangka demokrasi pada hakikatnya berfungsi sebagai pemantik budaya kritik dalam diskursus di ruang-ruang publik sehingga masyarakat warga berdaulat untuk mengatur kehidupan bersamanya secara bebas dan setara. Tetapi, media massa kontemporer oleh Habermas ditemukan berbeda dari hakikat itu. Perkembangan teknologi dan industri menyebabkan media massa semakin tidak memiliki karakter diskursif,  karena kinerjanya bukan lagi  suatu komunikasi dengan cara tatap muka spontan dan memunculkan timbal balik. Habermas menilai, media massa kontemporer tidak bersifat independen karena kebutuhannya akan modal serta relasi politik. Media massa tidak dapat menghindar dari dominasi sistem kapitalisme dan kekuasaan politik. Bagi Habermas, media massa memerlukan regulasi diri jika ingin memperbaiki dirinya dan tetap disebut sebagai “media massa demokratis.” Regulasi diri ini diharapkan dapat mengikat cara-cara pengelolaan media massa dengan kode etik profesi dan aturan-aturan hukum. Regulasi diri perlu dibentuk secara diskursif berdasarkan jaminan konstitusional yang memastikan bahwa media massa merupakan hak dasar. Dengan itu, diharapkan suatu kebebasan pers, keragaman media massa dan kebebasan informasi, jaminan akses publik dan masyarakat warga ke ruang publik serta pencegahan terhadap monopoli arena komunikasi publik oleh kepentingan politik dan ekonomi, dapat diwujudkan.  Dalam kerangka kehidupan kontemporer, tantangan mempraktikkan regulasi diri bagi media massa bukanlah upaya yang mudah untuk dilakukan dan perlu terus diperkokoh, salah satunya dengan mengupayakan kriteria diskursif yang praktis bagi praktik-praktik media massa kontemporer. Buku di hadapan Anda ini ingin menunjukkan bahwa kritik Habermas memberikan cermin bagi media massa agar berupaya untuk kembali berfungsi sebagai pemantik budaya kritik masyarakat warga di ruang-ruang publik.